Pasar Hewan Pandanrejo, Pusat Perdagangan Kambing Peranakan Ettawa

June 11, 2008

Pasar Hewan Pandanrejo sebagai pusat perdagangan kambing peranakan ettawa (PE) baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal tersebut dibuktikan dengan banyak pedagang dari dalam negeri maupun luar negeri yang menyerbu pasar ini untuk melakukan perdagangan kambing PE.

Pasar sangat padat di Hari Sabtu

Pasar Hewan Pandanrejo masuk ke dalam wilayah Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Pasar ini banyak diserbu pedagang kambing PE dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Kulonprogo, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, Purwokerto, Pati, Jombang, Brebes, Bogor, dan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain di kunjungi para pedagang dari dalam negeri, pasar ini juga dikunjungi orang luar negeri seperti Malaysia, Belanda, dan India.

Orang Malaysia (dalam lingkaran) sedang melakukan kunjungan

Menurut informasi yang diperoleh, para pedagang kambing PE lebih memilih pasar ini untuk tempat transaksi karena apabila pedagang menjual selain ke Pasar Hewan Pandanrejo maka harga kambing PE akan mengalami penurunan. Selain alasan tadi pedagang memilih pasar ini karena banyak pembeli di dalamnya. banyaknya pembeli di pasar ini disebabkan karena mereka dapat membeli kambing dengan pilihan yang lebih banyak.

Pasar Hewan Pandanrejo mempunyai hari pasaran yaitu hari Sabtu. Selain hari Sabtu, situasi di pasar ini sangat sepi. Situasi pasar tampak ramai sekitar pukul 02.00 WIB. Hal ini disebabkan pedagang kambing peranakan ettawa dari luar daerah Kabupaten Purworejo sudah mulai datang di lokasi pasar. Pedagang kambing PE yang masuk ke pasar sekitar 300 orang sedangkan jumlah pembeli kambing sekitar 200 orang setiap hari pasaran. Selain kambing PE, di dalam pasar dapat juga dijumpai kambing kacang, kambing ras jawa, dan kambing domba. Untuk setiap hari pasaran sekitar 500 – 600 ekor kambing yang masuk ke pasar.

Pasar Hewan Pandanrejo berada di daerah dataran tinggi. Akses menuju pasar sangat mudah, karena jalan sudah beraspal namun masih banyak yang berlubang. Dengan kendaraan pribadi seperti mobil, truk, dan sepeda motor, sudah bisa sampai ke pasar. Waktu tempuh yang diperlukan untuk sampai ke pasar dengan menggunakan kendaraan pribadi sekitar 45 menit dari pusat kota. Selain menggunakan kendaraan pribadi, menuju Pasar Hewan Pandanrejo dapat menggunakan angkutan desa jalur 9 dengan jurusan Purworejo – Kaligesing. Namun apabila menggunakan angkutan desa, membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke pasar karena waktu dihabiskan untuk menunggu, sebab jumlah angkutan desa jalur 9 masih terbatas. Dalam hal fasilitas komunikasi, telepon genggam dengan berbagai operator sudah dapat digunakan. Selain itu, sudah terdapat warung telepon disekitar Pasar Hewan Pandanrejo.

CFL: Untuk hidup yang lebih hemat

May 29, 2008

Semakin hari hidup yang kita jalani ini semakin menantang saja. Tengok saja kenaikan harga BBM yang semakin membebani pengeluaran hidup. Namun kita tidak boleh menyerah begitu saja kepada pengeluaran hidup yang semakin membengkak, sebaliknya kita memerlukan strategi untuk menjalani hidup. Mulailah berhemat pada berbagai hal, salah satunya ialah dengan mengganti lampu pijar ILB (Incandescent Light Bulb) bercahaya kuning dengan lampu CFL (Compact Fluorescent Light) yang umumnya bercahaya putih. Karena itulah kita perlu mengetahui, setidaknya sedikit hal tentang lampu CFL.


Apakah CFL itu ? Sebelum mengulas hal tersebut mari kita tengok dahulu latar singkat penggunaan lampu CFL ini terkait dengan isu lingkungan dan “energi saving”. Akhir-akhir ini kita sering mendengar dan menyaksikan kampanye-kampanye bertema lingkungan yang bertujuan untuk menyelamatkan bumi kita ini yang semakin rusak dari hari ke hari. Tidakkah kawan-kawan Purta merasakan bumi ini yang semakin panas dari waktu ke waktu ? Ya, itulah salah satu indikasi dari pemanasan global atau bahasa kerennya “Global Warming”. Lalu apa hubungan antara lampu dan Global Warming ? Global warming disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya ialah penggunaan perangkat elektronik yang dapat mengemisikan gas rumah kaca.

CFL adalah sebuah solusi untuk mengurangi efek Global warming menggantikan lampu pijar konvensional ILB yang cahayanya berwarna kuning. CFL terbukti lebih efektif dan efisien dalam penggunaan daya listrik, tahan lama serta lebih ramah lingkungan. Oleh karena itulah, dengan menggunakan CFL kita bisa menghemat biaya pengeluaran listrik bulanan dan turut serta dalam mengurangi efek Global Warming.


CFL bukanlah lampu TL/neon berbentuk tabung panjang yang biasa kita kenal seperti gambar disamping. Perbedaan utama terlihat pada soket untuk mounting pada dudukannya. CFL didisain mempunyai sebuah soket ulir yang sama dengan lampu pijar ILB biasa, sedangkan lampu neon/TL memiliki dua buah titik mounting pada kedua ujungnya.

Dengan menggunakan CFL kita bisa menghemat 4 - 5 kali lebih hemat pemakaian daya listrik jika dibandingkan dengan menggunakan lampu pijar ILB. Selain itu lifetime CFL pun bekisar 8 - 15 kali lebih lama dari ILB, oleh karena itulah jika saat ini harga CFL sekitar 3 - 10 kali harga ILB maka kita masih mendapatkan nilai yang lebih ekonomis karena lebih tahan lama.

Masih penasaran ? ingin tahu lebih banyak ?
Nah selama beberapa pekan ke depan Purta akan menyajikan artikel-artikel menarik yang berhubungan lampu hemat listrik ini, so stay update.

Next Page »