Hari Kartini 21 April 2008
April 21, 2008 · Print Artikel Ini
Seratus dua puluh sembilan tahun yang lalu seorang pelopor kebangkitan wanita pribumi terlahir dengan nama Kartini. Hari itulah yang sampai saat ini diperingati sebagai “Hari Kartini”. Walaupun perjuangannya hanya berwilayah di Jepara dan Rembang saja, namun ide dan gagasannya untuk memajukan wanita pribumi telah membuka jalan bagi kaum wanita untuk keluar dari belenggu kebodohan dan diskriminasi saat itu.
patung Ibu Kita Kartini
Masyarakat memperingati Hari Kartini ini dengan berbagai cara. Ada yang memberikan pelayanan istimewa kepada kaum wanita seperti yang dilakukan oleh penyelenggara jasa transportasi PT KA dengan cara mengutamakan penumpang wanita. Ada juga yang melakukan aktivitas sehari-harinya dengan menggunakan pakaian adat kebaya seperti pengemudi wanita TransJakarta yang mengenakan kebaya pada hari tersebut. Untuk lingkungan kampus pun tidak kalah, ada beberapa mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Bandung yang pada hari tersebut mengikuti kuliah dengan mengenakan pakaian kebaya atau pakaian adat lainnya yang bernuansa Indonesia dikombinasikan dengan fashion bergaya anak muda masa kini.
Terlepas dari kontroversi tentang isu kesetaraan gender serta emansipasi yang selalu hangat menjadi perbincangan, marilah kita mengambil nilai baik dari peringatan Hari Kartini ini. Bagi kaum wanita jadikanlah peringatan ini sebagai momen untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik.
Kenali seorang Kartini lebih dekat di Wiki.


Comments
Tulis Komentar Anda