Wedding: Sari & Hari
July 2, 2008
undanganWedding Invitation untuk warga Forum Purworejokita.com
Tri Wahyuni Puspitasari (Sari)
dengan
Hari Susanto (Hari aka the_klik)
Akad nikah :
Rabu, 9 Juli 2008 pukul 8.00 WIB
Bulus, Gebang,
Kabupaten Purworejo
Resepsi :
Sabtu, 12 Juli 2008 pukul 11.00 WIB
Rawabayem RT-2 RW-4, Wartel Sari, Kemiri
Kabupaten Purworejo
Regards
- Sari & Hari -
Pasar Hewan Pandanrejo, Pusat Perdagangan Kambing Peranakan Ettawa
June 11, 2008
Pasar Hewan Pandanrejo sebagai pusat perdagangan kambing peranakan ettawa (PE) baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal tersebut dibuktikan dengan banyak pedagang dari dalam negeri maupun luar negeri yang menyerbu pasar ini untuk melakukan perdagangan kambing PE.
Pasar Hewan Pandanrejo masuk ke dalam wilayah Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Pasar ini banyak diserbu pedagang kambing PE dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Kulonprogo, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, Purwokerto, Pati, Jombang, Brebes, Bogor, dan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain di kunjungi para pedagang dari dalam negeri, pasar ini juga dikunjungi orang luar negeri seperti Malaysia, Belanda, dan India.
Menurut informasi yang diperoleh, para pedagang kambing PE lebih memilih pasar ini untuk tempat transaksi karena apabila pedagang menjual selain ke Pasar Hewan Pandanrejo maka harga kambing PE akan mengalami penurunan. Selain alasan tadi pedagang memilih pasar ini karena banyak pembeli di dalamnya. banyaknya pembeli di pasar ini disebabkan karena mereka dapat membeli kambing dengan pilihan yang lebih banyak.
Pasar Hewan Pandanrejo mempunyai hari pasaran yaitu hari Sabtu. Selain hari Sabtu, situasi di pasar ini sangat sepi. Situasi pasar tampak ramai sekitar pukul 02.00 WIB. Hal ini disebabkan pedagang kambing peranakan ettawa dari luar daerah Kabupaten Purworejo sudah mulai datang di lokasi pasar. Pedagang kambing PE yang masuk ke pasar sekitar 300 orang sedangkan jumlah pembeli kambing sekitar 200 orang setiap hari pasaran. Selain kambing PE, di dalam pasar dapat juga dijumpai kambing kacang, kambing ras jawa, dan kambing domba. Untuk setiap hari pasaran sekitar 500 – 600 ekor kambing yang masuk ke pasar.
Pasar Hewan Pandanrejo berada di daerah dataran tinggi. Akses menuju pasar sangat mudah, karena jalan sudah beraspal namun masih banyak yang berlubang. Dengan kendaraan pribadi seperti mobil, truk, dan sepeda motor, sudah bisa sampai ke pasar. Waktu tempuh yang diperlukan untuk sampai ke pasar dengan menggunakan kendaraan pribadi sekitar 45 menit dari pusat kota. Selain menggunakan kendaraan pribadi, menuju Pasar Hewan Pandanrejo dapat menggunakan angkutan desa jalur 9 dengan jurusan Purworejo – Kaligesing. Namun apabila menggunakan angkutan desa, membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke pasar karena waktu dihabiskan untuk menunggu, sebab jumlah angkutan desa jalur 9 masih terbatas. Dalam hal fasilitas komunikasi, telepon genggam dengan berbagai operator sudah dapat digunakan. Selain itu, sudah terdapat warung telepon disekitar Pasar Hewan Pandanrejo.
Kabupaten Purworejo, Sentra Bibit Nasional Kambing Peranakan Ettawa
June 7, 2008
Pada tahun 2006, jumlah kambing kambing peranakan ettawa (PE) di Kabupaten Purworejo sebanyak 60.808 ekor. Dengan jumlah tersebut Kabupaten Purworejo mampu mendistribusikan kambing PE ke berbagai daerah sehingga kabupaten ini diklaim sebagai sentra bibit nasional kambing PE.
Kecamatan Kaligesing merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Purworejo yang dijadikan sebagai daerah sentra pembibitan dan budidaya kambing PE. Kecamatan ini berada di daerah dataran tinggi terletak pada ketinggian 600-1000 m di atas permukaan laut. Dengan temperatur rata-rata 26o C dan kelembaban berkisar 60-70% disertai curah hujan relatif sedang, menjadikan Kecamatan Kaligesing sebagai daerah yang sangat cocok untuk daerah budidaya kambing PE.
Pasar hewan Pandanrejo di Kabupaten Purworejo
Kambing PE asal Kabupaten Purworejo banyak diminati dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Kulonprogo, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, Purwokerto, Pati, Jombang, Brebes, Bogor, dan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kambing PE asal kabupaten ini juga diminati dari luar Pulau Jawa seperti Sumatera yaitu Lampung dan Medan, Kalimantan, dan Papua. Namun, selain mampu memenuhi permintaan dari dalam negeri, Kabupaten Purworejo telah mampu mengirim kambing PE hingga ke Malaysia.
Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang mempunyai luas wilayah sekitar 1.034,81752 Km2. Di sebelah utara, Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo dan Magelang, sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kebumen, sedangkan di sebelah timur Kabupaten Purworejo berbatasan dengan Kabupaten Kulonprogo yang sudah termasuk ke dalam Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kambing PE tersebar di 16 kecamatan yaitu Kecamatan Grabag, Ngombol, Purwodadi, Bagelen, Kaligesing, Purworejo, Banyuurip, Bayan, Kutoarjo, Butuh, Pituruh, Kemiri, Bruno, Gebang, Loano, dan Bener.
Gathering Mei 2008
June 4, 2008
Sore itu 31 Mei 2008 tibalah saatnya wong-wong Purta ditambah warga milis Purworejo-Berirama khususnya yang merantau di Bandung dan Jakarta berkumpul di Kafe Selasih 2 di bilangan Cikutra Baru Bandung. Beberapa diantara wong-wong tersebut sempat nyasar kafe, maklum karena Kafe Selasih pun ada dua di daerah yang sama juga. Kekhawatiran mulai muncul saat hujan deras terjadi di sekitaran kafe karena acara bisa tidak seru jika sedikit yang datang. Namun setelah ditunggu hujan pun reda dan acara bisa dimulai sekitar pukul setengah lima sore.
Acara ghatering ini dihadiri lumayan banyak warga, bahkan banyak kejutan karena ada beberapa wong Purworejo yang baru muncul saat gathering ini, sebut saja Mas Adi aka “Aparat”, maklum sebelumnya beliau muncul di forum pun tidak, kemudian ditambah juga “cah pringgo” yang rela melibas jalanan dari Jakarta untuk mengikuti ghatering ini. Nuansa Jawa khas Purworejo pun segera muncul seiring dengan celetukan ngoko dan krama rasa Purworejo di setiap canda yang terucap. Mungkin terasa aneh bagi pengunjung kafe yang lain ketika mendengar kata-kata bijak dari wong-wong Purworejo ini dengan bahasa ibunya yang santun, namun hal ini bukan menjadi masalah, sehingga wong-wong Purworejo pun bisa melanjutkan acara kopi darat denga khidmat.
Setelah semua berkumpul tak lupa wong-wong tersebut memesan makanan demi mendukung kelangsungan hidup acara gathering.
Acara dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan pembahasan rencana charity untuk Purworejo yang akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober tahun ini. Beberapa konsep yang ditawarkan ialah sunatan massal, beasiswa, dan bentuk charity yang lainnya. Seperti yang diungkapkan oleh wong Purta berinisial SM yang juga calon wirausahawan, hendaknya charity yang dilaksanakan bisa memberikan manfaat yang kontinyu, dalam kata pepatahnya berbunyi ” lebih baik memberikan kail untuk memancing daripada memberikan ikan untuk sekali makan”. Setelah pembahasan charity selesai dilanjutkan dengan Sholat Maghrib. Kemudian acara dilanjutkan dengan ngobrol santai tentang kelangsungan hidup komunitas Purta ini.
Setelah dirasa cukup, wong-wong Purworejo tersebut beranjak untuk pulang, namun acara tidak boleh selesai begitu saja sehingga mereka memutuskan untuk bermain futsal bersama malam itu. Kemudian segeralah mereka menuju ke TKP, tempat penyewaan lapangan futsal. Futsal penuh tawa dan hati senang pun berlangsung selama sekitar 2 jam. Akhirnya, tak terasa waktu harus memisahkan mereka, dengan hati senang dan mimpi besar untuk Purworejo mereka berpisah, kembali menuju tanah perantauannya masing-masing. Semoga dari acara gathering kecil tersebut memunculkan secercah harap dan mimpi untuk menjadikan Purworejo lebih baik menjadi sebuah kenyataan mulia…. Amin…
Sampai ketemu maneh yo nang kopi darat berikutnya !!
Foto-foto :
CFL: Untuk hidup yang lebih hemat
May 29, 2008
Semakin hari hidup yang kita jalani ini semakin menantang saja. Tengok saja kenaikan harga BBM yang semakin membebani pengeluaran hidup. Namun kita tidak boleh menyerah begitu saja kepada pengeluaran hidup yang semakin membengkak, sebaliknya kita memerlukan strategi untuk menjalani hidup. Mulailah berhemat pada berbagai hal, salah satunya ialah dengan mengganti lampu pijar ILB (Incandescent Light Bulb) bercahaya kuning dengan lampu CFL (Compact Fluorescent Light) yang umumnya bercahaya putih. Karena itulah kita perlu mengetahui, setidaknya sedikit hal tentang lampu CFL.

Apakah CFL itu ? Sebelum mengulas hal tersebut mari kita tengok dahulu latar singkat penggunaan lampu CFL ini terkait dengan isu lingkungan dan “energi saving”. Akhir-akhir ini kita sering mendengar dan menyaksikan kampanye-kampanye bertema lingkungan yang bertujuan untuk menyelamatkan bumi kita ini yang semakin rusak dari hari ke hari. Tidakkah kawan-kawan Purta merasakan bumi ini yang semakin panas dari waktu ke waktu ? Ya, itulah salah satu indikasi dari pemanasan global atau bahasa kerennya “Global Warming”. Lalu apa hubungan antara lampu dan Global Warming ? Global warming disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya ialah penggunaan perangkat elektronik yang dapat mengemisikan gas rumah kaca.
CFL adalah sebuah solusi untuk mengurangi efek Global warming menggantikan lampu pijar konvensional ILB yang cahayanya berwarna kuning. CFL terbukti lebih efektif dan efisien dalam penggunaan daya listrik, tahan lama serta lebih ramah lingkungan. Oleh karena itulah, dengan menggunakan CFL kita bisa menghemat biaya pengeluaran listrik bulanan dan turut serta dalam mengurangi efek Global Warming.

CFL bukanlah lampu TL/neon berbentuk tabung panjang yang biasa kita kenal seperti gambar disamping. Perbedaan utama terlihat pada soket untuk mounting pada dudukannya. CFL didisain mempunyai sebuah soket ulir yang sama dengan lampu pijar ILB biasa, sedangkan lampu neon/TL memiliki dua buah titik mounting pada kedua ujungnya.
Dengan menggunakan CFL kita bisa menghemat 4 - 5 kali lebih hemat pemakaian daya listrik jika dibandingkan dengan menggunakan lampu pijar ILB. Selain itu lifetime CFL pun bekisar 8 - 15 kali lebih lama dari ILB, oleh karena itulah jika saat ini harga CFL sekitar 3 - 10 kali harga ILB maka kita masih mendapatkan nilai yang lebih ekonomis karena lebih tahan lama.
Masih penasaran ? ingin tahu lebih banyak ?
Nah selama beberapa pekan ke depan Purta akan menyajikan artikel-artikel menarik yang berhubungan lampu hemat listrik ini, so stay update.


Komentar terbaru